Selasa, 23 Juli 2013

Review : Product Wardah~Inspiring Beauty


Assalamualaikum...

Walaupun puasa insyaallah masih kuat ya sampai sekarang :). Pas hari Sabtu kemarin seneng deh dapet gift yang lumayan ditunggu-tunggu (padahal ngarep banget secara lagi tekor.com :D heehehe). Alhasil ke store-nya Wardah yang di Ciwalk Bandung, yipiieee alhamdulillah dapet parfum wardah:)
Love this product

Kenapa Wardah, sebenernya saya suka bau body mist dan Eau De Toilette nya yang banyak pilihan, dan harga cukup lumayan dengan kualitas yang sangat bagus menurut saya.
Body mist saya mencoba Body Mist Sparks harumnya seger, awalnya saya kira kayak mentimun gitu ternyata keharuman nya khas Citrus yang dinamis dan menyegarkan. Dan anda yang belum mencoba produk ini patut dicoba soalnya seger banget. Dan untuk Eau De Toilette saya tetap memilih yang Flame aromanya strong vanilla menurut saya, dan tahan lama karena memang kandungan nya terdiri dari vanilla dan musk yang elegan. Untuk body butter nya saya memilih Milk and Pearl Soft Scrub and Body Butter, baunya susu kayak semi coklat gitu (hemm bikin laper #lho...hehe) krim pelembabnya dengan kandungan Milk and Pearls extract, memberikan kelembaban lebih pada kulit sekaligus menjaga kelembaban kulit. Dan gak lengket ketika dipake, wanginya tahan lama. Makin suka sama produk wardah, untuk body butter nya saya lebih prefer Milk dan Passion Fruit wanginya enak menurut saya. Dijamin gak kecewa deh dengan produk Wardah yang satu ini.
Terimakasih sebelumnya udah mau berkunjung di blog saya dan semoga sharing saya tentang review produk ini dapat bermanfaat^^


Wassalamualaikum..


Senin, 22 Juli 2013

Tidung


Assalamualaikum


Actually my travelling on Tidung have already long time about in 2011. I went there with my boarding house friends. yah i forgot details for itinerary Tidung island, because this traveler 2 years ago, and the fee was cheaper than now (maybe Rp200.000 for each person). All the requirements had been prepared by tour agencies. So we lived to enjoy the island tidung. From walk around of island, ride a bike around the island, snorkling, ate grilled seafood (humm yummy). And we just took packet 2 day one night.

MuaraAngke
The Bridge of Love

I hope my posts useful for all. happy blogging ..
wassalamualaikum^^

Kamis, 18 Juli 2013

Pasific Rim


Assalamualaikum

Kemaren kami semua memutuskan untuk menonton film Pasific Rim di IMAX. Karena belum pernah jadi saya memutuskan untuk join nonton.

diambil dari sini
Film Pacifik Rim ini dibintangi aktor terkenal Ron Perlman (Hannibal Chau), aktor Charlie Hunman (Releigh Becket), artis cantik asia Rinko Kikuchi  (Mako Mori), Film ini diproduksi oleh Legendary Pictures dan Warner Bros Pictures.
Ketika manusia berusaha mencari tahu tentang keberadaan mahluk lain selain di bumi, tanpa disadari di kedalaman laut planet ini terdapat 'lubang terobosan' yang melahirkan monster-monster raksasa bernama Kaiju. Mahluk mengerikan itu membantai semua umat manusia tanpa basa-basi demi mengembangkan populasi mereka di bumi. Melihat petaka global ini, seluruh negara di dunia bergabung dan mencoba melawan Kaiju dengan membuat pasukan robot raksasa bernama Jaegers. Meskipun Kaiju berhasil dikalahkan, namun Kaiju-Kaiju yang lain terus bermunculan seakan tidak ada habisnya.
Di pasukan elit Jaegers, Becket bersaudara yaitu Yancy Becket (Diego Klattenhoff) dan Raleigh Becket (Charlie Hunnam) seakan menjadi selebriti karena memiliki prestasi luar biasa dalam membasmi Kaiju. Lewat kendaraan Jaegers-nya yang bernama Gipsy Danger, mereka menjadi andalan dalam menghambat teror monster Kaiju ke wilayah manusia. Namun pada suatu hari, Becket bersaudara menghadapi Kaiju yang lain dari biasanya, yang membuat ketenaran mereka hilang.
Akibat peristiwa itu, pemerintah sadar kalau Kaiju mampu berevolusi dan semakin kuat di setiap kemunculannya. Pemerintah menganggap Jaegers telah gagal dan lebih memilih untuk membangun tembok besar untuk pertahanan. Di sisi lain, Idris Elba (Stacker Pentecost) komandan para pasukan Jaegers tetap yakin bahwa Kaiju bisa dikalahkan oleh mereka. Sekilas tentang sinopsis nya, ada yang penasaran hayuk buruan nonton :)

Dan kita pun disana tak lupa berfoto (walupun mengesampingkan rasa malu huhuu - dan maaf kalo resolusi kurang bagus make camera hp)

walaikumsalam...^^

Jumat, 12 Juli 2013

Welcome Ramadan


Asalamualaikum...

Bulan Ramadan telah datang,,bulan yang selalu dinanti oleh seluruh umat Muslim di dunia. Di bulan Ramadan ini umat Muslim menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh. Puasa Ramadan 1434H ini jatuh pada tanggal 10 Juli 2013 (penetapan dari sidang Isbat oleh pemerintah Indonesia). Di bulan Ramadan ini menjadi momen yang penting bagi umat Muslim untuk berlomba-lomba menjalankan berbagai macam kebaikan di bulan ini, karena bulan ini adalah bulan yang penuh berkah dari Allah SWT.

From Tumblr
Maka dari itu bulan ini bulan yang sangat istimewa bagi umat Muslim. Dengan beberapa keistimewaan diantaranya adalah :

Bulan Pengampunan Dosa
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosa nya yang telah lalu”
(HR Bukhari dan Muslim)
Di bulan ini kita harus perbanyak taubat dan memperbanyak menjalankan ibadah untuk memperkuat iman kita. Karena hanya di bulan ini apabila kita memperbanyak ibadah hanya mengharap pahala dan ridho dari-Nya Insya Allah dosa-dosa kita sebelumnya akan diampuni oleh-Nya.
Dilipatgandakan Pahala di Bulan Ramadhan
Selain beribadah, di bulan ini kita juga harus memperbanyak melakukan kebaikan untuk menambah pahala. Hanya di bulan ini Allah melipatgandakan pahala yang kita dapat. Perbanyak sedekah, memberi makanan berbuka untuk orang yang berpuasa, dan jangan lupa membayar zakat fitrah.

Bulan Dibukanya Pintu Surga dan Ditutupnya Pintu Neraka
Allah membuka pintu surga dan menutup pintu neraka untuk memudahkan hamba-Nya mentaati kewajiban mereka seperti puasa dan shalat malam sehingga orang-orang akan lebih sibuk beribadah sekaligus memperbanyak melakukan kebaikan dan semakin mudah menjauhi keburukan.

Bulan Diturunkannya Al-Qur’an
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.”
(QS. Al Baqarah: 185)
Bulan Ramadhan adalah bulan yang Mulia sehingga dipilih Allah SWT untuk menurunkan semua kitab suci kepada para Nabi. Al-Qur’an juga diturunkan oleh Allah kepada Rasulullah pada bulan Ramadhan. Oleh karena itu, kita harus perbanyak membaca kitab suci suci Al-Qur’an di bulan ini.

Terdapat Lailatul Qadr di Bulan Ramadhan
”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”
(QS. Al Qadr: 1-3).
Malam lailatul qadr merupakan malam yang sangat mulia. Malam ini datang diantara malam-malam ganjil di 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Pada malam-malam tersebut kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam hari. Kita harus itikaf di masjid melakukan berbagai macam amal ibadah seperti sholat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan bertaubat meminta ampunan-Nya.

Kamis, 04 Juli 2013

Perintah Berhijab


Assalamualaikum..
Alhamdulillah ada kesempatan saya untuk memposting tentang perintah berhijab. Postingan ini saya dapat dari web ini. Semoga bermanfaat artikel ini :)

Gambar ini diambil di sini

Perintah mengenakan jilbab dan menjaga aurat, apakah khusus bagi istri Nabi?
Salah seorang perempuan cerdik & shalihah Ummu Abdillah Al-Wadi’iyah berkata: “Sungguh, musuh-musuh Islam telah mengetahui bahwa keluarnya kaum perempuan dengan mempertontonkan aurat adalah sebuah gerbang diantara gerbang-gerbang menuju kejelekan & kehancuran. Dan dengan hancurnya mereka maka hancurlah masyarakat. Oleh karena itulah mereka sangat bersemangat mengajak kaum perempuan supaya rela menanggalkan jilbab & rasa malunya…” (Nasihati li Nisaa’, hal. 91)
Beliau juga mengatakan: “Sesungguhnya persoalan tabarruj (mempertontonkan aurat) bukan masalah ringan karena hal itu tergolong perbuatan dosa besar.” (Nasihati li Nisaa’, hal. 95)

Ummu Abdillah Al-Wadi’iyah berkata: “Ada segolongan orang yang mengatakan bahwa hijab (jilbab) adalah dikhususkan utk para isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebab Allah berfirman (yang artinya): “Wahai para isteri Nabi, kalian tidaklah seperti perempuan lain, jika kalian bertakwa. Maka janganlah kalian melembutkan suara karena akan membangkitkan syahwat orang yang di dlm hatinya tersimpan penyakit. Katakanlah perkataan yang baik-baik saja.” (QS. Al-Ahzab: 32) Maka jawabannya adalah: Sesungguhnya kaum perempuan dari umat ini diharuskan utk mengikuti isteri-isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wa sallam kecuali dlm perkara yang dikhususkan oleh dalil. Syaikh Asy-Syinqithi mengatakan di dlm Adhwa’ul Bayan (6/584) tatkala menjelaskan firman Allah: “Apabila kalian meminta sesuatu kepada mereka (isteri Nabi) maka mintalah dari balik hijab, yang demikian itu akan lebih membersihkan hati kalian & hati mereka…” (QS. Al-Ahzab: 53)
Alasan hukum yang disebutkan Allah dlm menetapkan ketentuan ini yaitu mewajibkan penggunaan hijab karena hal itu lebih membersihkan hati kaum lelaki & perempuan dari godaan nafsu di dlm firman-Nya, “yang demikian itu lebih membersihkan hati mereka & hati kalian.” merupakan suatu indikasi yang sangat jelas yang menunjukkan maksud keumuman hukum. Dengan begitu tak akan ada seorangpun diantara seluruh umat Islam ini yang berani mengatakan bahwa selain isteri-isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wa sallam tak membutuhkan kebersihan hati kaum perempuan & kaum lelaki dari godaan nafsu dari lawan jenisnya…” “Beliau berkata: “Dengan keterangan yang sudah kami sebutkan ini maka anda mengetahui bahwa ayat yang mulia ini menjadi dalil yang sangat jelas yang menunjukkan bahwa wajibnya berhijab adalah hukum umum yang berlaku bagi seluruh kaum perempuan, tak khusus berlaku bagi para isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wa sallam saja, meskipun lafal asalnya memang khusus utk mereka, karena keumuman sebab penetapan hukumnya menjadi dalil atas keumuman hukum yang terkandung di dalamnya. Dengan itu maka anda mengetahui bahwa ayat hijab itu berlaku umum karena keumuman sebabnya. Dan apabila hukum yang tersimpan dlm ayat ini bersifat umum dgn adanya indikasi ayat Al-Qur’an maka ketahuilah bahwa hijab itu wajib bagi seluruh perempuan berdasarkan penunjukan Al Qur’an.” (Nasihati li Nisaa’, hal. 94-95)

Mulia mengenakan pakaian takwa
Allah ta’ala berfirman,
يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ
“Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu & pakaian indah utk perhiasan. & pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS. Al-A’raaf: 26)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang aurat, maka beliau bersabda, “Jagalah auratmu, kecuali dari (penglihatan) suamimu atau budak yang kau punya.” Kemudian beliau ditanya, “Bagaimana apabila seorang perempuan bersama dengan sesama kaum perempuan ?” Maka beliau menjawab, “Apabila engkau mampu untuk tak menampakkan aurat kepada siapapun maka janganlah kau tampakkan kepada siapapun.” Lalu beliau ditanya, “Lalu bagaimana apabila salah seorang dari kami (kaum perempuan) sedang sendirian ?” Maka beliau menjawab, “Engkau lebih harus merasa malu kepada Allah daripada kepada sesama manusia.” (HR. Abu Dawud [4017] & selainnya dgn sanad hasan, lihat Fiqhu Sunnah li Nisaa’, hal. 381)

Perintah berjilbab
Allah ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu & isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tak di ganggu. & Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di berkata: “Ayat yang disebut dgn ayat hijab ini memuat perintah Allah kepada Nabi-Nya agar menyuruh kaum perempuan secara umum dgn mendahulukan istri & anak-anak perempuan beliau karena mereka menempati posisi yang lebih penting daripada perempuan yang lainnya, & juga karena sudah semestinya orang yang menyuruh orang lain utk mengerjakan suatu (kebaikan) mengawalinya dgn keluarganya sendiri sebelum menyuruh orang lain. Hal itu sebagaimana difirmankan Allah ta’ala (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian & keluarga kalian dari api neraka.” (Taisir Karimir Rahman, hal. 272)
Abu Malik berkata: “Ketahuilah wahai saudariku muslimah, bahwa para ulama telah sepakat wajibnya kaum perempuan menutup seluruh bagian tubuhnya, & sesungguhnya terjadinya perbedaan pendapat –yang teranggap- hanyalah dlm hal menutup wajah & dua telapak tangan.” (Fiqhu Sunnah li Nisaa’, hal. 382)

Hakikat Jilbab
Di dlm kamus dijelaskan bahwa jilbab adalah gamis (baju kurung panjang, sejenis jubah) yaitu baju yang bisa menutup seluruh tubuh & juga mencakup kerudung serta kain yang melapisi di luar baju seperti halnya kain selimut/mantel (lihat Mu’jamul Wasith, juz 1, hal. 128, Al Munawwir, cet ke-14 hal.199)
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di berkata: “Yang dimaksud jilbab adalah pakaian yang berada di luar lapisan baju yaitu berupa kain semacam selimut, kerudung, selendang & semacamnya.” (Taisir Karimir Rahman, hal. 272)
Imam Ibnu Katsir menjelaskan: “Jilbab adalah selendang yang dipakai di luar kerudung. Pendapat ini disampaikan oleh Ibnu Mas’ud, Abu ‘Ubaidah (di dlm Maktabah Syamilah tertulis ‘Ubaidah, saya kira ini adalah kekeliruan, -pent), Qatadah, Hasan Al Bashri, Sa’id bin Jubair, Ibrahim An-Nakha’i, Atha’ Al Khurasani & para ulama yang lain. Jilbab itu berfungsi sebagaimana pakaian yang biasa dikenakan pada masa kini (di masa beliau, pent). Sedangkan Al Jauhari berpendapat bahwa jilbab adalah kain sejenis selimut.” (Tafsir Ibnu Katsir, Maktabah Syamilah)

Syarat-syarat Busana Muslim
Para ulama mempersyaratkan busana muslimah berdasarkan penelitian dalil Al-Qur’an & As-Sunnah sebagai berikut:
Harus menutupi seluruh tubuh, hanya saja ada perbedaan pendapat dlm hal menutup wajah & kedua telapak tangan. Dalilnya adalah QS. An-Nuur : 31 serta QS. Al-Ahzab : 59. Sebagian ulama memfatwakan bahwa diperbolehkan membuka wajah & kedua telapak tangan, hanya saja menutupnya adalah sunnah & bukan sesuatu yang wajib.

Pakaian itu pada hakikatnya bukan dirancang sebagai perhiasan. Dalilnya adalah ayat yang artinya, “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang bisa tampak.” (QS. An-Nuur : 31) Sebagian perempuan yang komitmen terhadap syari’at mengira bahwa semua jilbab selain warna hitam adalah perhiasan. Penilaian itu adalah salah karena di masa Nabi sebagian sahabiyah pernah memakai jilbab dgn warna selain hitam & beliau tak menyalahkan mereka. Yang dimaksud dgn pakaian perhiasan adalah yang memiliki berbagai macam corak warna atau terdapat unsur dari bahan emas, perak & semacamnya.
Meskipun begitu penulis Fiqhu Sunnah li Nisaa’ berpendapat bahwa mengenakan jilbab yang berwarna hitam itu memang lebih utama karena itu merupakan kebiasaan para isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pakaian itu harus tebal, tak boleh tipis supaya tak menggambarkan apa yang ada di baliknya. Dalilnya adalah hadits yang menceritakan dua golongan penghuni neraka yang salah satunya adalah para perempuan yang berpakaian tapi telanjang (sebagiamana tercantum dlm Shahih Muslim) Maksud dari hadits itu adalah para perempuan yang mengenakan pakaian yang tipis sehingga justru dapat menggambarkan lekuk tubuh & tak menutupinya. Walaupun mereka masih disebut orang yang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka itu telanjang.

Harus longgar, tak boleh sempit atau ketat karena akan menampakkan bentuk atau sebagian dari bagian tubuhnya. Dalilnya adalah hadits Usamah bin Zaid yang menceritakan bahwa pada suatu saat beliau mendapat hadiah baju yang tebal dari Nabi. Kemudian dia memberikan baju tebal itu kepada isterinya. Namun karena baju itu agak sempit maka Nabi menyuruh Usamah agar isterinya mengenakan pelapis di luarnya (HR. Ahmad, memiliki penguat dlm riwayat Abu Dawud) Oleh sebab itu hendaknya para perempuan masa kini yang gemar memakai busana ketat segera bertaubat.

Tidak perlu diberi wangi-wangian. Dalilnya adalah sabda Nabi: “Perempuan manapun yang memakai wangi-wangian kemudian berjalan melewati sekelompok orang agar mereka mencium keharumannya maka dia adalah perempuan pezina.” (HR. An-Nasa’i, Abu Dawud & Tirmidzi dari sahabat Abu Musa Al-Asy’ari) Bahkan Al-Haitsami menyebutkan bahwa keluarnya perempuan dari rumahnya dgn memakai wangi-wangian & bersolek adalah tergolong dosa besar, meskipun dia diizinkan oleh suaminya.

Tidak boleh menyerupai pakaian kaum lelaki. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat kaum laki-laki yang sengaja menyerupai kaum perempuan & kaum perempuan yang sengaja menyerupai kaum laki-laki.” (HR. Bukhari & lain-lain) Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat lelaki yang mengenakan pakaian perempuan & perempuan yang mengenakan pakaian laki-laki.” (HR. Abu Dawud & Ahmad dgn sanad sahih)

Tidak boleh menyerupai pakaian khas perempuan kafir. Ketentuan ini berlaku juga bagi kaum lelaki. Dalilnya banyak sekali, diantaranya adalah kejadian yang menimpa Ali. Ketika itu Ali memakai dua lembar baju mu’ashfar. Melihat hal itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ini adalah pakaian kaum kafir. Jangan kau kenakan pakaian itu.” (HR. Muslim, Nasa’i & Ahmad)

Bukan pakaian yang menunjukkan ada maksud utk mencari popularitas. Yang dimaksud dgn libas syuhrah (pakaian popularitas) adalah: Segala jenis pakaian yang dipakai utk mencari ketenaran di hadapan orang-orang, baik pakaian itu sangat mahal harganya –untuk memamerkan kakayaannya- atau sangat murah harganya –untuk menampakkan kezuhudan dirinya- Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang memakai busana popularitas di dunia maka Allah akan mengenakan busana kehinaan pada hari kiamat, kemudian dia dibakar api di dalamnya.” (HR. Abu Dawud & Ibnu Majah dgn sanad hasan lighairihi) (syarat-syarat ini diringkas dgn sedikit perubahan dari Fiqhu Sunnah li Nisaa’, hal. 382-391)

Siapa saja yang boleh melepaskan jilbab?
Allah ta’ala berfirman,
وَالْقَوَاعِدُ مِنَ النِّسَاءِ اللاتِي لا يَرْجُونَ نِكَاحًا فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَنْ يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَاتٍ بِزِينَةٍ وَأَنْ يَسْتَعْفِفْنَ خَيْرٌ لَهُنَّ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid & mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), Tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dgn tak (bermaksud) Menampakkan perhiasan, & berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nuur: 60)
Ummu Abdillah Al-Wadi’iyah berkata: “Yang dimaksud dgn Al-Qawa’id adalah perempuan-perempuan tua, maka kandungan ayat ini menunjukkan bolehnya perempuan tua yang sudah tak punya hasrat menikah utk melepaskan pakaian mereka.”
Imam Asy-Syaukani mengatakan: “Yang dimaksud dgn perempuan yang duduk (Al-Qawa’id) adalah kaum perempuan yang sudah terhenti dari melahirkan (menopause). Akan tetapi pengertian ini tak sepenuhnya tepat. Karena terkadang ada perempuan yang sudah terhenti dari melahirkan sementara pada dirinya masih cukup menyimpan daya tarik.” 
“Sesungguhnya mereka (perempuan tua) itu diizinkan melepasnya karena kebanyakan lelaki sudah tak lagi menaruh perhatian kepada mereka. Sehingga hal itu menyebabkan kaum lelaki tak lagi berhasrat utk mengawini mereka maka faktor inilah yang mendorong Allah Yang Maha Suci membolehkan bagi mereka (perempuan tua) sesuatu yang tak diizinkan-Nya kepada selain mereka. Kemudian setelah itu Allah masih memberikan pengecualian pula kepada mereka. Allah berfirman: “dan bukan dlm keadaan mempertontonkan perhiasan.” Artinya: tak menampakkan perhiasan yang telah diperintahkan utk ditutupi sebagaimana tercantum dlm firman-Nya, “Dan hendaknya mereka tak menampakkan perhiasan mereka.” Ini berarti: mereka tak boleh sengaja memperlihatkan perhiasan mereka ketika melepas jilbab & sengaja mempertontonkan keindahan atau kecantikan diri supaya kaum lelaki memandangi mereka…” (dinukil dari Nasihati li Nisaa’, hal. 87-88)
Syaikh Abu Bakar Al-Jaza’iri berkata: “Al-Qawa’idu minan nisaa’ artinya: kaum perempuan yang terhenti haidh & melahirkan karena usia mereka yang sudah lanjut.” (Aisarut Tafasir, Maktabah Syamilah)
Syaikh As-Sa’di berkata: “Al-Qawa’idu minan nisaa’ adalah para perempuan yang sudah tak menarik utk dinikmati & tak menggugah syahwat.” (Taisir Karimir Rahman, Makbatah Syamilah) Imam Ibnu Katsir menukil penjelasan Sa’id bin Jubair, Muqatil bin Hayan, Qatadah & Adh-Dhahaak bahwa makna Al-Qawa’idu minan Nisaa’ adalah: perempuan yang sudah terhenti haidnya & tak bisa diharapkan melahirkan anak.” (Tafsir Ibnu Katsir, Maktabah Syamilah).
Adapun yang dimaksud dgn pakaian yang boleh dilepas dlm ayat ini adalah kerudung, jubah, & semacamnya (lihat Aisarut Tafasir, Maktabah Syamilah)
Meskipun demikian Allah menyatakan: “dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka.” (QS. An-Nuur: 60) Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri menjelaskan: Artinya tak melepas pakaian tersebut (kerudung & semacamnya) adalah lebih baik bagi mereka daripada mengambil keringanan.” (lihat Aisarut Tafasir, Maktabah Syamilah).
Penulis: Ust. Abu Mushlih Ari Wahyudi,
Artikel www.muslimah.or.id sumber: www.muslimah.or.id

Wassalamualaikum..semoga kita berhijab bisa lebih syar'i dan sesuai perintah Allah SWT. amin


Selasa, 02 Juli 2013

Mug Bajaj


Assalamualaikum...

Walaupun gak sempat ke PRJ alhasil nitip aja lah ya kesana. Nitipnya pun berupa mug bajaj hehehe lumayan dan lucu bentuknya.


Terimakasih, wassalamualaikum :)