Keutamaan Sya'ban


Siap-siap menuju Ramadhan yuk...:)



Sekarang Udah bulan Sya'ban nih (hanya sebulan kurang menuju Ramdhan),
sudahkah anda siap-siap untuk bertemu Bulan Ramadhan? tau kah anda keutamaan bulan Sya'ban?

Jangan sampai Ramadhan nanti kita temui tanpa persiapan, jangan sampai Ramadhan nanti hanya bulan biasa yang kita lewati dengan sekedar berlapar-lapar ditambah shalat tarawih dimalam harinya tanpa ada gereget dalam amalan kita....

Bulan Sya’ban yang terletak diantara bulan Rajab dan Ramadhan sering kali dilalaikan oleh banyak orang. Padahal, ada beberapa keutamaan bulan Sya’ban yang semestinya dimanfaatkan dengan baik oleh kaum muslimin.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ
Ini adalah bulan yang dilalaikan oleh kebanyakan manusia, yaitu antara bulan Rajab dan Ramadhan. (HR. An-Nasa'i. "Hasan" menurut Al-Albani)
Berikut ini Keutamaan Bulan Sya’ban sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits Nabi :
1. Bulan Sya’ban bulan diangkatnya amal manusia
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam kelanjutan hadits di atas:
وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِي
Di bulan inilah amal perbuatan manusia diangkat kepada Rabb semesta alam. (HR. An-Nasa'i dan Ahmad. "Hasan" menurut Al-Albani)
2. Nisfu Sya’ban
Keutamaan bulan Sya’ban yang kedua adalah pada pertengahannya. Inilah yang dikenal dengan istilah Nisfu Sya'ban. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda mengenai nisfu Sya'ban :
إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
Sesungguhnya Allah memeriksa pada setiap malam nishfu Sya'ban. Lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya, kecuali yang berbuat syirik atau yang bertengkar dengan saudaranya. (HR Ibnu Majah, dinilai shahih oleh Al-Albani)
3. Bulan disunnahkah Puasa Sya’ban
Dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya, Rasulullah paling banyak berpuasa di bulan Sya’ban. Ummul Mukminin Aisyah meriwayatkan kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini:
لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah berpuasa sunnah di satu bulan lebih banyak daripada bulan Sya'ban. Sungguh, beliau berpuasa penuh pada bulan Sya'ban. (HR. Bukhari)
Ibnu Hajar Al Asqalani menjelaskan dalam Fathul Bari bahwa dalam ungkapan bahasa Arab, seseorang bisa mengatakan "berpuasa sebulan penuh" padahal yang dimaksud adalah "berpuasa pada sebagian besar hari di bulan itu".
salah satu Hikmah kita melakukan Puasa sunah pada bulan ini adalah agar secara fisik dan mental kita telah 100% siap menghadapi Ramadhan. Jangan sampai di 5-10 hari pertama Ramadhan amal ibadah kita lemah dengan alasan masih masa penyesuaian...jangan sampai disiang hari masjid2 penuh tapi bukannya untuk membaca ayat suci, bertaqorub ataupun ibadah lainnya melainkan hanya sekedar dipakai untuk tidur siang. Tiap DETIK DI BULAN RAMADHAN sangat berharga kawan...jadikan ia menjadi kawah candradimuka untuk mencharge jiwa kita agar kita tidak melewatinya sebagai golongan orang yang merugi.
Selain itu, keutamaan bulan Sya’ban yang ketiga ini sangat terkait dengan keutamaan yang pertama. Yakni karena bulan Sya’ban merupakan bulan diangkatnya amal, Rasulullah ingin ketika amal beliau diangkat, beliau dalam keadaan berpuasa.
حَدَّثَنِي أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Usamah bin Zaid berkata kepada Rasulullah, "Wahai Rasulullah, saya tidak melihat engkau berpuasa di satu bulan melebihi puasamu di bulan Sya'ban." Rasulullah menjawab, "Ini adalah bulan yang dilalaikan oleh kebanyakan manusia, yaitu antara bulan Rajab dan Ramadhan. Di bulan inilah amal perbuatan manusia diangkat kepada Rabb semesta alam. Karena itu aku ingin saat amalku diangkat kepada Allah, aku sedang berpuasa." (HR. An-Nasa'i. Al Albani berkata "hasan")
Demikian keutamaan bulan Sya’ban yang bersumber dari hadits shahih, minimal hasan. Adapun hadits riwayat Dailami yang menyebutkan bahwa Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulan Rasulullah dan Ramadhan adalah bulan umat Muhammad adalah hadits dhaif. Wallahu a’lam bish shawab.

Catatan:

Hadits-hadits shahih atau hasan seputar nisfu sya’ban jumlahnya tidak sebanyak hadits-hadits dhaif yang ada. Bahkan hadits-hadits shahih yang ada secara lafadz hampir sama, hanya berbeda sedikit. Dan dari sekian yang ada, tidak di temukan hadits shahih yang menunjukkan anjuran khusus untuk merayakannya atau melakukan ibadah-ibadah tertentu di dalamnya. Maka pendalilan dengan hadits-hadits shahih mengenai malam nisfu sya’ban sebagai pembenar untuk merayakannya tidaklah tepat. Sebagaimana pula tidak kita temukan riwayat dari para pendahulu kita yang shalih mengenai perbuatan mereka yang merayakannya. Wallahu a’lam,.. [AR]

Komentar

Postingan Populer